Catatan Dua Puluh Sebelas


"CATATAN AKHIR TAHUN Dua puluh Sebelas"
 
@ SMP
Januari 2011, Mungkin inilah penentuan apakah nilaiku turun atau sebaliknya, sebab banyak tugasku yang terlambat kukumpul, selama sekolah inilah kecerobohanku, malas mengumpulkan tugas walaupun sudah selesai. Setelah menuggu beberapa hari akhirnya hasilnyapun keluar, ternyata nilaiku menigkat sedikit, tapi walau sedikit yang pentingkan ada peningkatan.. hehehe...

Pengalamanku pada saat itu benar-benar menjadi suatu pelajaran yang sangat berarti dalam karir pendidikanku. Hasilnya semua tugas-tugasku kali ini tak ada yang terbengkalai, walaupun masih nyontek sama teman sih.. :D... tapikan itu proses.
Setelah berjuang sekian lama (seperti pahlawan saja :D), akhirnya semua itu mendapatkan hasil yang memuaskan. Salah satu nilai Ulangan Harianku mendapat nilai sempurna, dan inilah kali pertamaku mendapat nilai sempurna pada pelajaran itu selama aku bersekolah.

"ah, jangan bohong! kamu pasti nyontek" teriak temanku yang tidak percaya dengan nilaiku.
Mungkin karena sayanya yang oon kali yaa???... sampai tidak ada yang mau percaya
jika saya mendapat nilai sebagus itu..:D
" ayo... ngaku!!" temanku kembali membentakku.
'' hmm... awas kau..." balasku.
Kalimat temanku itu seakan menjadi gertakan tersendiri dalam diriku. Bagaimanapun aku harus bisa membuktikan bahwa tanpa nyontek, aku pasti bias meraih poin itu. Akhirnya pada Ulangan kedua, nilaiku hampir mendapat poin sempurana, dan itulah pembuktianku.
Maret 2011, Ulangan tengah semester tengah berlangsung, pada saat itu aku sempat membuat sebuah janji
"Semua nilaiku harus bisa tuntas, Apasih bedanya aku dengan temanku yang lainnnya? kita sama-sama makan nasi kok..." .. Sombong amat yaa... walaupun agak sombong, tapi menurutku itulah satu-satunya cara agar aku bisa giat belajar.
Setelah ulangan selesai, saatnya untuk melihat hasil kerja kami. Hasilnya cukup memuaskan, dan nilaiku tak ada yang tidak tuntas.. Lagi, kali ini bukan temanku yang tak percaya dengan nilaiku, tetapi kali ini adalah guruku yang tak percaya denganku. Guruku mengira jika pekerjaan itu bukan hasil kerjaku sendiri.. emang yaa... kalau terlalu oon sampai tidak ada yang mau percaya..:D.. Walau begitu aku tetap puas, karena janjiku telah kubuktikan, dan ini saatnya untuk menargetkan agar lulus UN.
Sebenarnya aku sempat ragu dalam menghadapi UN, dan tiba-tiba saja diriku menjadi kurang percaya diri menghadapi UN kali ini. UN kali ini memang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada saat ini UN-nya terediri dari lima paket. Tapi menurutku UN itu tak ada bedanya dengan ulangan-ulangan harian lainnya di sekolah, dan hanya orang bodoh yang harus takut menghadapi UN.
UN telah usai dan kini saatnya untuk menanti hasil UN itu. “Lulus, Tidak, Lulus, Tidak” itulah yang selalu terbayang di pikiranku. Namun itu bukan tanpa sebab, tetapi karena jarak antara UN dan pengumuman pelulusan yang hampir selisih satu bulan.
“mungkin pemeriksanya sibuk”
“sibuk apa?”
“yaa.. sibuk melihat pekerjaanmu yang amburadul.. hehehe”
Juni 2011, inilah saat-saat yang paling dinantikan karena di bulan inilah hasil ujian kami akan di umumkan, dan hasil itu akan di sampaikan pada saat acara perpisahan kelas tiga nanti. Berselang beberapa hari, akhirnya waktu perpisahanpun tiba. Hari yang sangat menegangkan bagi semua siswa. Tak lama kemudian terdengar suara pidato yang sudah tak  asing lagi bagi kami. Ya, itu adalah kepala sekolah kami, dengan pakaiannya yang layaknya pejabat tinggi Negara, “ Alhamdulillah tahun ini, angka kelulusan di sekolah kami mencapai
97%” ucap bapak kepala sekolah. Setelah melihat hasil ujian, Alhamdulillah akhirnya tiga tahun perjuangan telah selesai.


Hasil ujian telah diketahui oleh seluruh siswa, dan kamipun segera melanjutkan acara perpisahan itu. Wajah yang awalnya kusam, tak berekspresi, bak orang kehilangan, kini tak Nampak sama sekali pada semua siswa yang hadir pada saat itu. Pada saat itu ada beberapa hal yang tak bisa kulupakan sampai saat ini, ketika adik-adik kelasku serentak mendatangiku untuk foto bersama, yeah.. layaknya Justin Bieber yang lagi jumpa fans "emang yaa.. kalau seleberiti pasti bekenn" hehehee GRRR dikitkan Gk masalah.....Dan yang lebih
mengesankan lagi disaat seorang adik kelasku sampai menangis karena hanya untuk meminta foto bareng denganku… Aku Nampak terkejut dengan hal itu, ada apa ini?. Tapi tak masalah, kapan lagi kita bisa jadi selebriti kalau bukan sekarang, walaupun hanya satu hari sihh…wkwkwk….grrrr…
Selanjutnya, kami besalaman dengan guru-guru kami, suasanapun sempat hening seketika, air mataku tak dapat terbendung lagi, kata “laki-laki itu tak boleh nangis!” itu tak di hiraukan sama sekali. Rasa bersalah, senang, sedih, semuanya bercampur aduk menjadi satu, Apa tiga tahun harus berakhir dalam sehari ini saja???
Terima kasih guru, yang telah membimbing kami, walau kadang kami berbuat salah padamu, tapi engkau tetap sabar menghadapi kami, engkau lah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa . Ahhh…. Kok jadi puitis gini yee??!!!.. :D Andai saja semua itu bisa terulang kembali. tapi sudahalah, semua itu kini tinggal kenangan..

>>Memilih Sekolah Masing-Masing<<

Sekarang saatnya untuk memilih sekolah lanjutan masing-masing, hampir semua teman-temanku lebih memilih untuk mendaftar di SMA, tetapi saya dan dua teman lainnya memilih untuk masuk di salah satu SMK di kota ini. Masuk di SMK saya mengambil jurusan Teknik Gambar Bangunan atau yang biasa orang kenal dengan kata “ARSITEK”.
Masa Orientasi Siswa (MOS) telah tiba, kali ini kami yang mengambil jurusan itu diperintahkan agar memakai perlengkapan MOS yaitu, topi kerucut, papan nama berukuran 15x20, tas yang terbuat dari kantong kresek, dan semuanya harus serba orange. Tak hanya itu, sebelumnya pada pra-MOS rambut kami telah di pangkas hingga satu sentimeter. Hari pertama MOS tengah berlangsung, kami semua layaknya siswa yang masuk ke
Akedemi Militer, rambut yang amat pendek baju yang berseragam, untuk jurusanku memakai baju orange, topi kerucut yang sama, ukuran papan nama yang harus seragam, dan kebetulan pada hari itu kami disuruh membawa alat-alat pembersih. Persis seperti militer yang akan dikirim ke medan tempur, hanya saja mereka membawa senjata tajam tapi kami hanya membawa senjata tumpul.
Hari pertama MOS sudah dilalui, sekarang memasuki hari kedua. Sialnya ternyata aku telah terlambat, kami disuruh agar datang jam 05 pagi, tetapi aku malah datang jam setengah enam, dan tentu saja yang namanya bersalah, harus dihukum. Masa orientasi berlangsung selama tiga hari, tapi hari ketiganya tidak usah diceritakan yaa… langsung saja ke yang selanjutnya..
Senin, 25 juli 2011. Hari pertamaku mengikuti upacara bendera, sekaligus penutupan MOS dan juga penerimaan hadiah untuk siswa terbaik selama MOS. Sayang sekali karena aku tak dapat meraih peringkat pertama dalam MOS itu, dan hanya bisa meraih peringkat ketiga, tapi lumayanlah aku bisa mengalahkan tiga ratus siswa lainnya. Tapi cewek-cewek disini aneh-aneh semuanya, minta kenalan aja kok lebay amat yaa..grrr..kali yaa…hehehhe
Pada saat itu kami bersekolah tak terlalu lama karena pada minggu selanjutnya telah memasuki bulan puasa, atau bulan Ramadhan menurut islam. Sekolah kami diliburkan selama sebulan, sepuluh hari. Tetapi sangat banyak tugas yang harus dikerjakan pada saat itu. Moment bulan ramadhan ini tak di sia-siakan olehku dan teman-teman SMP lainnya, untuk saling bersilatu rahmi, atau mengunjungi satu sama yang lainnya.
Tak terasa bulan puasa hampir berakhir, tetapi berakhirnya bulan ini tak di indahkan dengan adanya perbedaan pendapat antara umat muslim lainnya. Tentu sangat disayangkan, karena hal ini banyak keluarga yang sampai harus cekcok karena perbedaan pendapat tadi. Pada suatu hari di suatu daerah telah terjadi konflik antar warga, hanya karena perbedaan pendapat itu. Kasihankan kalau yang awalnya mereka bersatu, saling membantu, kini harus konflik akibat beberapa kalimat saja.
Waktu puasa telah berakhir, setelah shalat ied selesai semua keluargaku berkumpul dirumah nenekku. Om, tante, nenek, kakek, dan sepupuku semuanya saling berjabat tangan, adik, tuduk dengan kakak, suami harus tunduk dengan istri, anak harus tunduk dengan orang tunya. Semua itu Nampak hikmat sekali, orang serumahpun menangis sambil berjabat tangan, mereka seakan-akan telah tersadarkan dengan kesalahan yang mereka perbuat, setelah itu waktunya untuk ziarah kubur. Sungguh budaya yang masih diperthankan sampai
di zaman modern ini. Otak boleh modern, tapi sikap tak boleh berubah.

>>>Sekolah<<<

Aktifitas sekolah telah normal kembali setelah sebulan libur. Semua tugas-tugaspun harus dikumpul pada saat itu, untung saja tugas-tugasku sudah beres semua, jadi tinggal kumpulnya saja. Namun, sifatku yang berperawakan santai tak seperti halnya dengan temantemanku lainnya. Mereka kelihatan sangat tergesa-gesa karena harus mengerjakan tugas yang menumpuk sekian banyak.
Mengapasih orang Indonesia sangat senang sekali mengerjakan sesuatu apabila waktunya sangat mepet? Kata guruku, itulah budaya orang Indonesia sejak dahulu kala.
Tetapi apa budaya itu bagus? Tentu tidak, kan?? Lalu, mengapa budaya yang jel*k itu harus di pertahankan sampai saat ini. Karena tugasku selesai semua, jadi kini aku tinggal bersantai saja. Inilah kata bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya “…bersakit-sakit dahulu, bersusah dahulu, baru kemudian bersenang-senang…”. Bukan sebaliknya “bersenang dahulu, baru kemudian bersakit-sakit” hehehe…
Matahari yang terik membuat membuat keringatku bercucuran, dan aku lebih memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampaiku di parkiran sekolah, tiba-tiba saja aku mendengar ada seseorang yang memanggilku dari belakang, ternyata dia adalah seorang temanku yang datang kepadaku hanya untuk membawa sebuah surat kecil beserta sebuah pena lucu yang katanya itu dari seorang teman SMP-ku.
Sesampaiku dirumah, aku langsung beranjak ke kamarku untuk membaca surat itu, hmm.. ternyata surat itu berasal dari seorang teman kelasku pada saat SMP dulu, “Simpan ini pulpen nah..!!! Jangan sampai hilang, ini kenang-kenanganku untuk kau nerr….” Kurang lebih begitulah penggalan kalimatnya.
Sebenarnya saya kurang mengerti dengan maksud dan tujuan dari surat itu. Surat itu berisi kata-kata yang sangat mengesankan bagiku, walaupun agak bosan sihh.. lihat coret-coretnya…pisss ..
yaa… wkwkwk…
Tapi yang namanya karya orang, bagus atau tidaknya karya itu, tetap harus diharghai. Aku mengingat pada saat SMP dulu, ada sebuah kertas yang isinya kurang lebih hampir sama dengan yang kuterima saat ini, tetapi kalimatnya tak kelihatan jika itu tertuju pada diriku. Aku tahu surat itu tertuju padaku disaat seorang temannya memberitahukan itu pada diriku. Lagian buat apa juga gunakan surat gitu??? Jadull ahh!!!!... SMS aj kan bisa …
hehehe… atau… bila perlu sekaligus sj isi pulsanya…wkwkwk… Oke forget it!, tak terasa sudah bulan oktober, dan itu berarti sedikit lagi aku akan ulang tahun. Selang beberapa hari UlTahkupun tiba, tapi aku tak pernah memberi tahukan itu pada temantemanku, dan aku harappun begitu. Kalau ada yang tahu urusan bisa
jadi gawat nehh… hehehe… karena kalau ketahuan bisa jadi diceburin ke selokan atau kalau tidak, pasti dilemparin telur busuk… hmm… itulah hal paling menyebalkan!
28 Oktober 2011, Hari Sumpah Pemuda. Pagi itu aku langsung bergegas untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. Namun, kelihatannya Sumpah Pemuda itu hanya teringat pada saat upacara saja, tapi tidak dalam kehidupan sehari-hari. Kebetulan OSIS kami juga sedang mengadakan acara pelatihan menulis fiksi, pematerinya yaitu salah satu penulis nasional Indonesia yang bukunya bisa menjadi best
seller di negeri jiran Malaysia. Tentu aku tak akan menyia-nyiakan moment ini, kapan lagi kita bisa sperti ini kalau bukan sekarang?? Kami dilatih untuk menulis dengan baik, tips-tips menulis, dll… Karena pada saat itu hari Jumat, jadi pelatihan itu dijeda untuk beberapa jam untuk shalat Jum’at bagi yang muslim, tapi sayangnya selesai shalat ternyata cuaca tak mendunkung dan hujanpun mengguyur kota ini. Kemauan yang besar tentu akan tetap dilaksanakan bagaimanpun caranya. Tak terasa kini hujan telah reda. Walau masih rerintikan gerimis mengguyur, aku tetap pergi, mau basah, jalanan becek, itu bukan urusanku! Yang penting sekarang saya bisa mengikuti pelatihan itu. Sampai di ruangan itu, ternyata aku telah terlambat, semua temanku telah disuruh menulis cerpen, dan nantinya pemilik cerpen yang terbaik akan mendapat hadiah, yaitu satu buku best seller karya sang penulis. Namun al hasil aku hanya meraih peringkat ke tujuh dan gagal untuk meraih novel itu. Tapi, tak apalah yang penting aku dapat menyerap ilmu yang diberikannya, disitulah aku lebih bersemangat untuk menulis lagi.
November 2011, Hujan terus saja mengguyur kotaku ini, entah kemana matahariku yang biasa menyinari halamanku di pagi hari. Memang sekarang sudah memasuki waktu musim hujan, tetapi satu yang special dari daerahku, tak pernah banjir.
10 November 2011, Hari Pahlawan. Di situlah kita bisa melihat nasionalisme dari bangsa ini. Ternyata masih banyak dari masyarakat tak tahu itu, tetapi bagiku ada pahlawan yang akan pernah kulupakan, karena jasanyalah aku hidup di dunia ini. Ya, itu adalah kedua orang tua. Pahlawan inilah yang sangat jarang diingat oleh banyak orangorang tajir di negeri ini. Tetapi sekaya apapun mereka, mereka pasti tak dapat membalas
semuanya. Tentunya, walau jasa mereka di beli dengan segunung emas, tetap saja jasajasa mereka tak dapat terbalaskan dengan apapun .
Pada bulan ini juga aku mengenal salah satu penulis professional Indonesia, yang katanya dia adalah CEO dari Writers Acedemy, atau semacam sekolah menulis. Pada mulanya aku mengenalnya disaat aku bergabung dengan grup Writers Acedemy di salah satu jejaring social. Karena penasaran aku menambanhkannya sebagai teman, berselang beberapa menit akhirnya dia menyetujui permintaan itu dan mengajakku ngobrol(chat) bersama. Ternyata yang di katakan orang kalau orang yang sukses itu sombong, itu tidak
benar.
Tak terasa Desember datang menyambut, di bulan inilah banyak moment-moment yang tak akan pernah kulupakan selam sekolah di SMK ini. Di pagi itu seorang temanku menjakku untuk bermain Badminton di Aula sekolah pada sore hari. Tentu saja saya akan menerima tawaran itu.
“eh, sebentar sore main Badminton di aula”
“ oke, btw, jam brapa and siapa saja yang main?” tanyaku.
“Jam 4.00, pokoknya datang aja dah..” jawabnya sambil bercanda
“wow, ternyata banyak orang”
Itulah kata yang pertam kali keluar dariku, tapi disini aku hanya mengenal seorang saja, yaitu teman SMPku yang juga teman kelasku sekarang, namanya adalah Adi. Baru saja aku memasuki ruang aula, Adi-pun langsung memanggilku untuk pemanasan dengannya.
“Farid, sini main ganda!!!” teriak seseorang dari ujung sana.
Owh! Ternyata itu adalah kak Budi, salah satu alumni dari SMK ini. Tentu saja aku langsung menerima tawaran itu, dan berpasangan bersama si Adi. Tapi ada "sesuatu" yang aneh (seperti syahrini saja,,, “alhamdulillah ya… sesuatu..”.hahaha), kali ini kak Budi bermain bersama seorang cewek. Akupun heran, “apa bisa permainan ini menjadi seimbang??” anggapku remeh.
Tapi aku harus dipaksa bertekuk lutut di set pertama, walau begitu, kekalahan itu bisa terbalas di set kedua. (maaf yaa.. ceritanya gak bisa dilanjutinn..)
Ulangan semesterpun sudah dihadapan, semua tugas harus dikumpul, dan seperti biasanya kejadian yang lalupun kembali terulang. Mengerjakan tugas dalam waktu yang sangat mepet, entah mengapa itu tak bisa dihilangkan. Ulangan itu berlangsung selama dua minggu, dan pastinya itu membuat kami menjadi sangat kelelahan. Akhirnya, Ulangan Semester telah usai, dan aku sangat bersyukur karena aku tuntas dalam ulangan semester ini.
Sekarang aku tinggal menunggu hasil dari semua kerja kerasku pada 2 Januari nanti.  Entah mengapa seminggu terakhir ini, hujan terus saja mengguyur kotaku ini. sudah seminggu matahari ku tak tampak lagi, hanya biasan cahayanya saja yang menyambut pagiku. Begitu pula dengan bulan yang selalu menerangi tidurku, bintang-bintang yang menghias tidurku. Kini semuanya tak nampak lagi sebab di tutup awan hitam.


Ucapan Terima Kasihku :
Buat Orang tuaku, terima kasih telah membesarkanku,
Terima kasih juga kepada bapak Riyanto El-Harist (Novelis), Ibu Mira P. (Novelis), dan Bapak Jonru Ginting (Novelis), karena telah membimbingku dalam dunia tulis menulis.
Buat teman-teman SMPku, Arnold, Ilham, Agus, Ipul, Andy, dkk..
Buat Winnie dan Lummi, ingat ini bukan bermaksud untuk menyinggung lembar lama kalian tetapi ini hanyalah sebagai karangan realita dua puluh sebelas belaka,
Terima Kasih kalian semua telah memberiakan banyak pelajaran untuk diriku.
Buat teman-teman SMKku yang selalu menemaniku bermain bersama
Adhy, Kak Budi, Wahyu, Dian, Ratna, Tina, dkk... Terima Kasih yaa.

Tentu masih banyak lagi orang yang berjasa buatku selama Dua Puluh Sebelas ini.
Untuk semuanya TERIMA KASIH, You are My Every thing.
Salam Hangat dariku, Farid




_____________________
Download versi pdf 
klik disini

No comments:

Post a Comment

Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)