ANISA


Pagi itu terasa sangat sejuk, mentari yang bersinar cerah ditambah lagi dengan kicauan burung-burung terasa lengkap. Hutan yang asri, nan hijau, menambah sejuknya pagi. Suasana pagi benar-benar nyaman. Nampak dari kejauhan seorang anak yang tengah bermain menikmati hutan yang rindang. Ya, Gadis kecil itu bernama Anisa.
 
Anisa dilahirkan di keluarga yang cukup sederhana, keluarga Anisa adalah keluarga yang sangat mencintai alam, mungkin ini juga yang telah diwariskan kepada Anisa. Anisa tak tega jika melihat hutannya kotor, apalagi sampai ada tanaman yang harus layu akibat ulahnya.
Ia menggap kalau hutan itu adalah rumahnya sendiri, jadi tentu ia tak mau jika rumahnya terus berserakan.
Suatu ketika ia harus dihadapkan dengan sebuah bencana, ketika rumahnya itu harus digusur untuk pembukaan lahan baru. Anisa sangat sedih mendengar berita itu.
" Ya tuhan… cobaan apalagi ini?" Anisa terus saja menangis, ia tak ingin semuanya hilang dalam sekejap.


Keesokan harinya di pagi yang sejuk tiba-tiba terdengar suara gemuruh, terlihat sebuah kendaraan baja di ujung sana. Ternyata itu adalah para penebang yang sudah meretas hutan hijau. Pohon demi pohon telah tumbang, mereka terus saja melakukan penebangan itu. Tak peduli pohon muda maupun tua, semuanya lenyap seketika.
Anisa tak tega melihat hal itu, namun ia tak sanggup melawannya. Walaupun hutannya terus di rusak, Anisa tak ingin meninggalkan tempatnya. Wajahnya terlihat kusam, derai air mata terus membasahi pipinya.
"Tolong… jangan tebang pohonku…"
"Jangan rusaki hutanku "
"tolong… jangan rusaki.!!"
Anisa terus saja meneriaki para perambah itu. Namun, telinga perambah itu seakan telah tertutupi, mereka terus melakukan hal itu bak manusia yang tak mempunyai kesalahan.
Sekejap hutan yang dahulu hijau berubah menjadi kepulan asap tebal, kini hanya tinggal rasa penyesalan saja yang ada di benak Anisa.

No comments:

Post a Comment

Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)