Hargai orang yang ada dihidupmu!

Seseorang hadir dihidpmu karena sebuah alasan ..
mereka datang menawarkan kebahagiaan dan juga kekecewaan ...
ada yang hanya sesaat,
tapi ada pula yang setia setiap saat .
mereka datang slih berganti , meningglkan kasih,

terkadang perih ..
namun,

percayalah ..
akan ada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa dihidupmu..
Tuhan sengaja membriknmu dgn bbrapa org yg slah,

sblm akhr.y mempertmuknmu dgn org yg tpat ...
agr kmu bsa mensyukuri karunia-Nya sepnjang msa..

Perjuangan hidup bocah terpencil.

 Rabu,22 desember 2010.
Waktu pulang sekolah telah tiba, semua orang lekas meninggalkan sekolah, kecuali diriku dan beberapa teman lainnya. Setelah beberapa menit kami memutuskan untuk pulang, berjalan dan berjalan saya tiba-tiba kaget, ada seorang anak yang masih kecil tapi sungguh berat beban hidupnya karena dia harus memulung, melihat anak itu saya sangat terharu bahkan serasa ingin meneteskan air mata. Mengapa di zaman yang begitu canggih ini masih ada anak-anak yang menjadi tulang punggung keluarganya, sementara kita orang yang merasa diri mampu justru membuang buang begitu saja barang barang dan harta yang di berikan tuhan?
Karena penasaran saya bertanya kepada anak itu
" dik, tidak sekolah?" tanyaku.
" tidak" jawabnya,
lalu kutanya lagi "kenapa tidak sekolah?",
diapun menjawab " karena orang tuaku sudah tidak mampu lagi".
Sungguh sangat disayangkan dengan adanya program pendidikan gratis, tetapi masih saja ada anak anak yang seharusnya sekolah, tapi tidak dapat bersekolah. dan karena penasaran lagi dengan penghasilannya saya  bertanya kembali
" kalau satu karung penuh, dijualnya berapa?",
diapun menjawab " hanya Rp2000".
Sungguh malang nasib anak ini berpanas panasan mulai pagi hingga sore tapi hanya mendapatkan Rp 2000...

Saya berkesimpulan " Mungkin tuhan memberikan segala sesuatu kepada kita hanya untuk menguji diri kita, sampai dimna rasa perhatian kita terhadap orang orang itu,dan sampai kapan kita dapat mengelola harta itu. "
" Kasihanilah mereka yang tidak mampu, niscahya mereka akan mendoakanmu dan Tuhan pasti akan menjawabnya"
~) Ingat: Segala harta yang di berikan kepada kita hanya sementara saja, dan harta yang di berikan itu hanyalah ujian untuk kita semua. Maka manfaatkanlah harta yang di berikan Tuhan sebaik-baiknya"

RASA DICINTAI MENJADIKAN KITA KUAT, DAN RASA MENCINTAI MENJADIKAN KITA BERANI

Rasa dicintai menjadikan kita kuat, dan rasa mencintai menjadikan kita berani.

Rasa dicintai membuat kita ikhlas menggunakan apa pun kemampuan yang ada pada diri kita, untuk menjadi sebaik yang diharapkan oleh mereka yang mencintai kita.

Dan rasa mencintai membuat kita berfokus pada yang bisa kita lakukan, dan bukan kepada halangan mental yang membatasi keberanian.

Maka, pastikanlah orang yang Anda cintai, anak-anak Anda – mengetahui kedalaman kasih sayang Anda kepada mereka, agar mereka menjadi pribadi mandiri yang menghebatkan diri mereka.

Teladankanlah perilaku penuh kasih kepada mereka, agar mereka menjadi pribadi yang penyayang, agar mereka dikuatkan oleh cinta dari keluarga dan diberanikan oleh cinta mereka kepada keluarga.

Rasa dicintai menjadikan kita kuat, dan rasa mencintai menjadikan kita berani.

Dan kekuatan dalam kehidupan ini sudah lama tidak lagi berarti kekuatan otot, tetapi adalah kekuatan hati untuk tetap bertahan dalam kesulitan, untuk tetap bersabar dalam menanti hasil dari kejujuran dan kerja keras kita.

Dan berani telah juga meluas artinya, yang sekarang bukan lagi keberanian untuk mati, tetapi terutama adalah keberanian untuk hidup dengan sepenuhnya.

Dan cinta kita kepada Tuhan, kepada diri, kepada kehidupan, dan kepada jiwa-jiwa baik yang berada dalam kehidupan kita adalah motivasi yang menjadikan kita seindah-indahnya jiwa yang kuat dan berani.

Sesungguhnya, USIA HANYA MENUNAKAN BADAN, TAPI BELUM TENTU MENUAKAN JIWA

Hari-hari dalam tahun ini memang bertambah, dengan kecepatan yang tinggi jika kita sibuk bekerja dalam harapan yang positif, tapi merambat lambat jika kita malas dan banyak mengeluh.

Tapi sesungguhnya bukan jumlah tahun yang menjadikan kita tua, tapi JUMLAH HARI YANG KITA HIDUPI TANPA IMPIAN DAN HARAPAN.

ORANG YANG MELUPAKAN IMPIANNYA, AKAN KEHILANGAN ARAH.

Karena, impian adalah penunjuk jalan menuju kerinduan hati.

ORANG YANG MEMATIKAN HARAPANNYA, AKAN KEHILANGAN TENAGA.

Karena, harapan adalah tenaga kehidupan, yang menghubungkan jarak antara satu doa dengan doa berikutnya, yang menjadi jiwa dari pekerjaan kita, dan yang menjadi wewangian dari nafas kasih sayang kita kepada diri, keluarga dan sesama.

Sesungguhnya, USIA HANYA MENUAKAN BADAN, TAPI BELUM TENTU MENUAKAN JIWA.

Karena, orang yang hidup dalam kebaikan, justru lebih remaja jiwanya daripada orang yang separuh usianya, tapi yang kelam rasa hatinya, dan yang melihat dunia dari tempat yang menikmati sikap-sikap buruk.

Sesungguhnya, tugas kita adalah memelihara keremajaan jiwa kita, apa pun usia kita, agar kita membangun kehidupan yang penuh harapan, yang bersemangat, dan yang mempengaruhkan sikap yang positif terhadap kehidupan.

KEHIDUPAN INI INDAH, DAN YANG KEINDAHANNYA DITENTUKAN OLEH KESUNGGUHAN KITA UNTUK MENGINDAHKANNYA.

Sesungguhnya,

Hadiah bagi orang yang mengisi hatinya dengan impian yang indah, dan yang mentenagai pekerjaannya dengan harapan baik bagi kebahagiaan diri dan keluarganya, adalah jiwa yang muda, yang dibahagiakan dalam kehidupan yang bertenaga dan damai.
Hari-hari dalam tahun ini memang bertambah, dengan kecepatan yang tinggi jika kita sibuk bekerja dalam harapan yang positif, tapi merambat lambat jika kita malas dan banyak mengeluh.

Tapi sesungguhnya bukan jumlah tahun yang menjadikan kita tua, tapi JUMLAH HARI YANG KITA HIDUPI TANPA IMPIAN DAN HARAPAN.

ORANG YANG MELUPAKAN IMPIANNYA, AKAN KEHILANGAN ARAH.

Karena, impian adalah penunjuk jalan menuju kerinduan hati.

ORANG YANG MEMATIKAN HARAPANNYA, AKAN KEHILANGAN TENAGA.

Karena, harapan adalah tenaga kehidupan, yang menghubungkan jarak antara satu doa dengan doa berikutnya, yang menjadi jiwa dari pekerjaan kita, dan yang menjadi wewangian dari nafas kasih sayang kita kepada diri, keluarga dan sesama.

Sesungguhnya, USIA HANYA MENUAKAN BADAN, TAPI BELUM TENTU MENUAKAN JIWA.

Karena, orang yang hidup dalam kebaikan, justru lebih remaja jiwanya daripada orang yang separuh usianya, tapi yang kelam rasa hatinya, dan yang melihat dunia dari tempat yang menikmati sikap-sikap buruk.

Sesungguhnya, tugas kita adalah memelihara keremajaan jiwa kita, apa pun usia kita, agar kita membangun kehidupan yang penuh harapan, yang bersemangat, dan yang mempengaruhkan sikap yang positif terhadap kehidupan.

KEHIDUPAN INI INDAH, DAN YANG KEINDAHANNYA DITENTUKAN OLEH KESUNGGUHAN KITA UNTUK MENGINDAHKANNYA.

Sesungguhnya,

Hadiah bagi orang yang mengisi hatinya dengan impian yang indah, dan yang mentenagai pekerjaannya dengan harapan baik bagi kebahagiaan diri dan keluarganya, adalah jiwa yang muda, yang dibahagiakan dalam kehidupan yang bertenaga dan damai.

Syukuri nikmat itu!

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Fikirkan tentang seseorang  yang tidak dapat berkata- kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan, Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk, Fikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang  terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau istri anda, Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup, Fikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Jadikan Kekuranganmu menjadi suatu kelebihan

Kekurangan sebetulnya adalh kelebihan kalau melihat dari sudut pandang yang berbeda, dan bisa memanfaatkannya. Misalnya sifat pesimis membuat kita berhati-hati membuat keputusan dan bisa memperkirakan kemungkinan buruk yg bisa terjadi. Sifat pemalu membuat kita jadi sadar dengan standar sosial dan sopan santun sehingga kita tidak berbuat di luar norma sosial. Sifat egois membuat kita mudah mengambil keputusan sendiri. Tentu sifat itu tidak dibiarkan begitu saja, tapi dikendalikan supaya tidak berlebihan. (Farid'kenzhi'Wahyudi)

Tujuan Hidup

Jika anda memikirkan apa yang orang akan katakan pada saat pemakaman anda nanti, maka anda telah mengerti, apa tujuan kita di lahirkan di dunia ini, kita di hidupkan hanya sekali, d lahirkan hanya sekali, dimatikan hanya sekali, dan di bangkitkan hanya sekali. dan tujuan kita hidup didunia ini adlah bagaimana tuk bisa diterima orang, bagaimana agar bisa menyenangkan hati orangtua, dan bagaimana tuk bisa mendapatkan amal untuk masa yang akan datang. ingat manusia dihidupkan didunia ini bukan hanya untuk mendapatkan suatu kesuksesan semata.
Jagalah sikapmu dan senangkanlah hati orang tuamu itu sudah cukup, jangan sampai air mata orang tuamu menetes karena ulahmu, dan jangan sampai orang tua mu pergi dari rumahmu. jika itu terjadi pikirkan apa yang orang akan katkan pada saat hari itu akan tiba, dan bayangkanlah jika orangtuamu sudah mendahului mu lalu engkau tak sempat meminta maaf kepadanya, sungguh betapa beratnya beban orang tuamu. Pasti orangtua kita tidak mengharapkan banyak, tapi mengapa itu semua sulit untuk d kerjkan?
ingat dan  cintailah:
  1. tuhanmu
  2. nabimu
  3. orangtuamu
  4. keluargamu
  5. gurumu
  6. teman-temanmu
  7. Musuhmu
 Cinta itu tidak harus ditunjukkan dengan kata " I LOVE U " semata, tetapi Cinta juga dapat ditunjukkan dengan sikap tertentu.

#Ingat, Mencintai bukan harus memiliki...

Sepucuk Surat Dari Palestina

Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza melalui surat elektronik (Email).
“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.

Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.

Memeang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.

Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.

Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.

Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?
Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.

Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Saudaramu di Gaza, Abdullah Al Ghaza

Renungan Ibu

Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia,menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada TUHAN :


bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah”
TUHAN : “aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu”
bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”
TUHAN : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”
bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”
TUHAN : “malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”
bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya”?
TUHAN : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”
bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi”
TUHAN : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”
saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya
bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?
TUHAN : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”

kenanglah ibu yang menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..

Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..
Kembalilah…mohon maaf…pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..
Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada…

Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…,tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..
Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..
Pulang..dan kembalilah segera…peluklah ibu yang selalu menyayangimu..

Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..

KASIH SAYANGKU TIADA BATAS UNTUKMU

          Suatu ketika ada seorang wanita tua yang sangat sabar dan cinta kepada anak-anaknya, namun kecintaan anak-anaknya tak sama dengan kecintaan ibunya kepada mereka. Ari dan Iwan itulah anak-anaknya, sifat Ari yang pemalas, dan sifat Iwan yang nakal, tak membuat kasih sayang sang ibu pudar.
      
          "Ibu..!!!" Iwan menggeratak, " iya nak..." ibunya menyahut. " Cepat.. Cuci Sepatuku!!" Iwan melempar sepatunya ke hadapan ibunya sendiri. Tanpa disengaja tetangganyapun melihat kejadian itu dan menegur Iwan "Iwan.... teganya kamu melakukan itu kepada ibumu!!", Iwanpun membalasnya dengan nada keras "Diam!!! ini ibuku dan bukan ibumu"

          Mendengar Iwan yang berteriak, Aripun keluar sambil memukul pintu " ibu!! Cepat !! Masak!!" Aku sudah lapar nihh..". Sang ibupun menjawab dengan nada lantang "iya nak... ibu akan masak",, Aripun kembali memukul pintu " iya..iya.. Cepat Masak!!! "
      
          Tetangganyapun kembali menegur , namun tegurannya tak dihiraukan. Melihat sifat anak anak sang wanita tua ini, tetangganyapun bertanya " bu.... Mengapa ibu begitu sabar menghadapi anak-anak ibu? ", sang ibupun menjawab dengan lembutnya " Aku merawat mereka dari kecil hingga sekarang dengan cinta dan kasih sayangku, dan aku ingin aku meninggalkan mereka dengan cinta dan kasih sayangku juga"

          Suatu saat wanita tua inipun meninggal, dan anak anaknyapun baru menyadari segala cinta dan kasih sayang yang telah di berikan kepada mereka.