Suatu ketika ada seorang wanita tua yang sangat sabar dan cinta kepada anak-anaknya, namun kecintaan anak-anaknya tak sama dengan kecintaan ibunya kepada mereka. Ari dan Iwan itulah anak-anaknya, sifat Ari yang pemalas, dan sifat Iwan yang nakal, tak membuat kasih sayang sang ibu pudar.
"Ibu..!!!" Iwan menggeratak, " iya nak..." ibunya menyahut. " Cepat.. Cuci Sepatuku!!" Iwan melempar sepatunya ke hadapan ibunya sendiri. Tanpa disengaja tetangganyapun melihat kejadian itu dan menegur Iwan "Iwan.... teganya kamu melakukan itu kepada ibumu!!", Iwanpun membalasnya dengan nada keras "Diam!!! ini ibuku dan bukan ibumu"
Mendengar Iwan yang berteriak, Aripun keluar sambil memukul pintu " ibu!! Cepat !! Masak!!" Aku sudah lapar nihh..". Sang ibupun menjawab dengan nada lantang "iya nak... ibu akan masak",, Aripun kembali memukul pintu " iya..iya.. Cepat Masak!!! "
Tetangganyapun kembali menegur , namun tegurannya tak dihiraukan. Melihat sifat anak anak sang wanita tua ini, tetangganyapun bertanya " bu.... Mengapa ibu begitu sabar menghadapi anak-anak ibu? ", sang ibupun menjawab dengan lembutnya " Aku merawat mereka dari kecil hingga sekarang dengan cinta dan kasih sayangku, dan aku ingin aku meninggalkan mereka dengan cinta dan kasih sayangku juga"
Suatu saat wanita tua inipun meninggal, dan anak anaknyapun baru menyadari segala cinta dan kasih sayang yang telah di berikan kepada mereka.
"Ibu..!!!" Iwan menggeratak, " iya nak..." ibunya menyahut. " Cepat.. Cuci Sepatuku!!" Iwan melempar sepatunya ke hadapan ibunya sendiri. Tanpa disengaja tetangganyapun melihat kejadian itu dan menegur Iwan "Iwan.... teganya kamu melakukan itu kepada ibumu!!", Iwanpun membalasnya dengan nada keras "Diam!!! ini ibuku dan bukan ibumu"
Mendengar Iwan yang berteriak, Aripun keluar sambil memukul pintu " ibu!! Cepat !! Masak!!" Aku sudah lapar nihh..". Sang ibupun menjawab dengan nada lantang "iya nak... ibu akan masak",, Aripun kembali memukul pintu " iya..iya.. Cepat Masak!!! "
Tetangganyapun kembali menegur , namun tegurannya tak dihiraukan. Melihat sifat anak anak sang wanita tua ini, tetangganyapun bertanya " bu.... Mengapa ibu begitu sabar menghadapi anak-anak ibu? ", sang ibupun menjawab dengan lembutnya " Aku merawat mereka dari kecil hingga sekarang dengan cinta dan kasih sayangku, dan aku ingin aku meninggalkan mereka dengan cinta dan kasih sayangku juga"
Suatu saat wanita tua inipun meninggal, dan anak anaknyapun baru menyadari segala cinta dan kasih sayang yang telah di berikan kepada mereka.
No comments:
Post a Comment
Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)