Jalan Menuntut Ilmu






Mengapa masih banyak pelajar yang berada di kota-kota besar malas untuk bersekolah?
Jalanan menuju sekolah mereka bagus, bahkan sekolahnya mempunyai standar yang baik. Apa Alasan mereka sehingga mereka malas? Apa mereka tak sadar bahwa mereka masih beruntung? Mungkin mereka memang tak sadar kalau mempunyai fasilitas-fasilitas yang memadai, tak seperti para pelajar-pelajar yang berada di kota-kota kecil lainnya....

Hey Teman!!! Mungkin saat ini kalian sangat menghandalkan orang tua kalian dalam segala urusan, Mungkin juga kalian berpikir masa bodoh tetang itu.

"Buat apa belajar? Ayah sayakan direktur!!??"
"Buat apa belajar? Ibu saya adalah pejabat negara ini"


ataupun hal-hal lainnya. Jika selalu menghandalkan itu, kapan bisa mandirinya?
kalian terlalu bangga dengan prestasi yang diraih oleh orang tua kalian, apa kalian tak pernah berpikir kalau Harta dan Jabatan itu hanyalah suatu amanat? harta dan jabatan itu bisa saja lenyap dengan seketika. Jika itu semua telah terjadi, apa yang akan anda lakukan? menangisi semua itu? . Tak ada gunanya anda mengisinya, sampai air mata anda berubah menjadi darahpun harta dan jabatan itu tak akan kembali.

ANDAIKAN AKU BISA SEPERTI NABI ISMAIL

Seperti Nabi Ismail, rela dikorbankan demi printah tuhannya.
Andaikan aku bisa seperti Nabi Ismail yang rela di sembelih Ayahnya demi menjalankan perintah Allah SWT. Aku sangat kagum dengan sifat Nabi Ismail yang rela mengorbankan apa saja, bahkan nyawanya demi pengabdiannya kepada sang Pencipta.  
Allah telah menguji Nabi Ibrahim dengan menyuruhnya menyembelih putra yang dicintai tersebut Ibrahim berkata: ”Hai Anakku, sesungguhnya aku telah bermimpi aku harus menyembelih mu. Maka bagaimana pendapatmu Nak? Ia menjawab, ”Wahai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”.
 Nabi Ismail adalah anak yang taat, taat agama, dan patuh terhadap perintah orangtuanya. Sedang diriku hanyalah seorang anak yang selalu membantah perintah orangtuaku sendiri?
Bagaimana bisa aku melakukan hal itu? Selain itu, Nabi Ismail menginkan hal apapun terjadi pada dirinya atas perintah Allah SWT kepada sang Ayah untuk Menyembelihnya. Sedangkan diriku tak ada perintah sama sekali dari Allah SWT kepada Ayahku Untuk menyembelih diriku.
Jika sewaktu-waktu perintah itu datang,? Apa aku sudah siap? Apa aku  bisa menjawab seperti yang di katakan nabi Ismail kepada Ayahnya?. Pertanyaan-pertanyaan itu seakan menghantui diriku.
Tapi aku yakin, Aku pasti bisa !
Tidak ada yang tidak mungkin diDunia ini!
Aku ingin memantapkan ibadahku! Agar diriku bisa Seperti Nabi Ismail !
Apa gunanya orangtuaku mendidik diriku, jika mentalku hanya seperti kerupuk??!!


AKU PASTI BISA!!



terinspirasi dari cerita Bang Jonru di jonru.net

SUMPAH PEMUDA?

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Sumpah Pemuda, adalah hal yang tiap tahun diperingati oleh para pemuda-pemudi bangsa ini. Namun sumpah pemuda itu seakan hanya di ingat pada saat 28 Oktober saja. Apa gunanya diperingati tanpa diterapkan dikehidupan sehari hari?

Di era globalisasi ini hal itu sering kali disepelehkan. Mengaku bertanah air satu, tetapi tetap saja menghianati negara sendiri. Mengaku Berbangsa Satu tetapi tetap saja, tawuran antar pemuda terjadi dimana-mana. Megaku menjunjung Bahasa persatuan, tetapi kenyataanya dalam kehidupan sehari hari tidak sseperti apa yang diucapkannya.

Jadi, jangan heran jika melihat orang asing lebih dominan menjajakan budaya Indonesia, itu karena mereka lebih tertarik dengan budaya Indonesia.

Budayakan budaya Bangsamu, maka Mereka akan mengakui itu asli dari daerahmu..
kalau tak dibudayakan?? jangan marah jika ada yang mengklaim budayamu sebagai budaya mereka.