a BOY SCOUT

PRAMUKA, siapa yang tidak tau dengan nama itu.. Ya, itu adalah nama dari kepanduan Indonesia.

 Karirku di dunia yang satu ini bisa dibilang nihil, bahkan tidak ada sama sekali. Pertama kali mengikuti pramuka sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, namun sayangnya ketika hendak melanjutkan ke tingkat selanjutnya ujian datang menerpa diriku. Mungkin saat itu Tuhan memang tidak mengizinkanku untuk mengikuti organisasi ini. Ketika ujian itu datang, hanya satu hal yang ada di pikiranku : "Maaf PRAMUKA, saya tak bisa bersamamu lagi" .

Semangat pramuka yang berkibar di SD harus luntur begitu saja. Semua perlatan yang ada harus kusingkirkan, harus musnahkan, bahkan aku tak mau jika ada peralatan yang tinggal di rumahku. Saat itu diriku seperti orang yang tak kenal apa itu pramuka, bahkan seperti orang yang benar-benar membenci pramuka. Setiap kali ada kawan yang bicara tentang pramuka, langsung saja kupotong pembicaraan itu. Saya tak mau mendengar kata itu lagi... Sehingga ketika SMP Pramuka itu seakan hilang dari hidupku..

Tak lama kemudian Tamatlah jenjang SMP, dan tibalah aku di jenjang SMK.
Saat itu SMK tempatku membuka pendaftaran untuk pengkaderan anggota baru Ambalan.
Ambalan oh Ambalan.. lagi-lagi kau membuatkanku teringat akan masa laluku..
Muncul satu pertanyaan di benakku,
"Apa aku seorang pengecut yang harus meniggalkan semuanya begitu saja?"
"Hanya seorang pecundang sejati yang meninggalkan masalah begitu saja"

Akhirnya kucoba lagi untuk memulai dari awal.. mengikuti tahap Pendidikan Dasar (DIKSAR), dan sebagainya. Di sinilah ku mengerti, yang namanya Rasa Persaudaraan..

to be continuee ...

CATATAN HATIKU

Hati ini seakan tak tahan lagi untuk menahan berbagai gempuran.
Namun, saya tetap bertahan untuk menyesuaikan dengan kalian.
Entahlah, mungkin karena keegoisan pribadiku, sehingga kumemutuskan tuk berpisah.
Mungkin inilah cara terbaik untuk itu.

Dear, My Friends.

Saya tahu kalian adalah kawan terbaik, yang masih sanggup untuk menemaniku hingga hari ini.

EPISODE MUDIK

[Moderenisasi Menghilangkan Budaya]

Jam 12.30, panas terik matahari menyambut kedatangan kami di kampung halaman. Setibaku di sana terlihat seorang wanita tua yang berdiri di bawah kolom rumah panggung, dan itulah nenekku. Nenek sudah siap menyambut cucunya, namun nampaknya ia agak heran denganku karena bodiku yang tak kecil lagi seperti dahulu ku datang menemuinya. Nenekku orangnya sangat baik, dan sangat sayang sama cucunya.


Lama Tak Menulis, Saya Kembali Lagi

hmm.. setelah beberapa lama tenggelam dari dunia kepenulisan akhirnya sekarang dengan perlahan saya mencoba untuk naik lagi. Solanya kemarin saya baru terima pelampung dan sedikit tambahan oksigen, jadi bisa hidup kembali. Nah, sekarang saya tinggal mencari perahunya, jika perahu sudah saya dapatkan pasti menulisnya bisa lebih lancar lagi. Saat ini saya sangat membutuhkan perahu, setidaknya perahu karetlah.

Loh, kok jadi cerita masalah pertolongan seh... baik, sekarang saya mau cerita kenapa saya bisa lama tak menulis. Terus terang awal bulan ini saya sempat kehabisan ide untuk menulis sampai tulisan ini diluncurkan ide itu belum juga datang. Tapi saya agak maksa dikit, karena saya sudah punya program, "one moon, one story" (emang cuma presiden aja punya program).

Jadi Mau tidak mau saya harus menulis. Menulis segalanya yang ada dalam pikiran, dan menulis hingga titik penghabisan darah terakhir (macam orang perang aja). Oh ya, karena saya sudah punya tulisan untuk bulan ini, jadi saya sudah tak punya tugas yang mengganjal lagi.

okey sobat sampai di sini dulu perjumpaan kita, sampai ketemu di cerita selanjutnya. 

Masih malas menulis

Jujur, sebenarnya saya sangat malas untuk menulis hari ini. tapi ya sudah, saya harus memakasakan itu semua. Saya harus bisa menulis, merangkai kata demi kata, walaupun saya sendiri tidak tahu maksud dan tujuan tulisan saya. Saya iri dengan teman-teman yang memiliki tulisan lebih bagus dari saya, dan setelah say menulis, hmm.. rasanya sangat jenuh.. Bahkan membuat tulisan ini saja sangat susah, mau tulis apa saya?

Ya, saya harus paksakan agar bisa, tapi saya sangat malas... ngantuk kalau menulis! alahh... malas banget coyy, apalagi siang ini cucanya sangat panas..  

Malas menulis

Malam itu saya mau menulis, tapi jujur saya bingung dengan apa yang saya mau tulis. Ya sudah saya tulis apa adanya saja. update status facebook-pun pasti updatenya yang lagi galau, galau, dan galau.. Tapi kalau update-nya yang galau-galau semua orang akan galau juga.. Mending kita update yang happy-happy saja. Sambil mengekspresikan kegalauan hati yang mendalam. Jujur saat menulis posting ini saya sangata malas, sehingga saya mau menutupnya saja, tetapi saya harus paksa, saya yakin saya bisa nulis. Bukan hal yang tragis jika saya lagi malas menulis, soalnya saya sudah cukup lama tidak menulis lagi. Kira-kira tulisan terkahir saya sebulan yang lalu saya posting. Setelah lama-lama menulis catatan ini, saya agak galau karena saya sudah menulis hampir limka belas menit tetapi tulisan yang saya hasilkan baru sampai di sini saja.

Sungguh sangat tragis, sebenarnya saya mau nulis tentang aktivitas kemarin, dan saya yakin akan sangat menarik jika ditulis dengan rapih. Awalnya begini, saya berangkat bersama kawan-kawan meniggalkan kota Mamuju sekitar pukul 10.00, tapi kami harus sampai di Makassar pukul 01.45.

 Sungguh sangat melelahkan, tetapi karena kami ini atlit jadi kami harus memiliki istirahat yang cukup. Sayangnya istirahatnya sedikit agak terganggu karena dengkuran seorang temanku.. Benar-benar mengganggu! tetapi mau tidak mau kami harus memaklumi itu.

Pagi harinya kami harus segera bergegas mandi. WCnya sangat tidak mendukung, hufftt... bau!! untung saja ada tempat lain... hah.. tingglin aja deh bagian yang ini..

pukul 08.00 pembukaan segera di mulai, sesampaiku di sana..... (bersambung) 

Sang Penggembala Ilmu

“….Alhamdulillah jalan ke sekolah kita telah rampung, mungkin itulah dampak dari pembangunan kantor Gubernur…” itulah ucapan salah seorang guruku disaat upacara telah berlangsung. Memang itu adalah suatu keuntungan bagi kita siswa yang bersekolah di dekat kantor-kantor pemerintahan  itu. Namun, ternyata jalan itu bukan untuk kita yang sedang menuntut ilmu, melainkan untuk para menteri yang akan mengunjungi kotaku yang bertujuan untuk menghadiri pelantikan gubernur periode selanjutnya.