“….Alhamdulillah jalan ke sekolah kita telah rampung, mungkin itulah dampak dari pembangunan kantor Gubernur…” itulah ucapan salah seorang guruku disaat upacara telah berlangsung. Memang itu adalah suatu keuntungan bagi kita siswa yang bersekolah di dekat kantor-kantor pemerintahan itu. Namun, ternyata jalan itu bukan untuk kita yang sedang menuntut ilmu, melainkan untuk para menteri yang akan mengunjungi kotaku yang bertujuan untuk menghadiri pelantikan gubernur periode selanjutnya.
“… jadi, jika gubernur itu
dilantiknya tahun depan, maka jalan itu akan diperbaikinya tahun depan
juga???...” itulah tanggapan seorang temanku ketika guruku tengah berpidato. Mungkin
temanku mengatakan hal itu, karena rasa kesalnya terhadap pembangunan jalan
yang lamban, dan juga karena dia telah melewati jalan berdebu itu selama tiga
tahun.
Tentu
ada suatu keuntungan tersendiri bagi kita yang sekolah berdekatan dengan kantor
pemerintah. Namun, mengapa jalan itu baru di bangun sekarang??? Padahal jalan
itu telah rusak selama empat tahun. Kasihan kita yang bersekolah di pedalaman,
jarang di perhatikan oleh Induknya. Jalan penuh lumpur itu pun seakan telah
menjadi saksi bisu semangat belajar dari siswa dan siswi, serta bukti perjuangan
para guru sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, yang sampai harus terjatuh karena
jalan rusak itu, demi para siswa yang telah menunggunya.
Mengapa pendidikan itu kadang
terlupakan??? Negara kita memiliki Hari Pendidikan Nasional, negara kita
memiliki hari guru nasional. Namun hari-hari itu hanya menjadi alarm sehari
saja, sesudah itu tak ada lagi.
Doaku di Hardiknas tahun ini "Semoga pendidikan itu bisa diekspor ke berbagai penjuru negeri ini"
-oOo-
No comments:
Post a Comment
Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)