[Moderenisasi Menghilangkan Budaya]
Jam 12.30, panas terik matahari menyambut kedatangan kami di kampung halaman. Setibaku di sana terlihat seorang wanita tua yang berdiri di bawah kolom rumah panggung, dan itulah nenekku. Nenek sudah siap menyambut cucunya, namun nampaknya ia agak heran denganku karena bodiku yang tak kecil lagi seperti dahulu ku datang menemuinya. Nenekku orangnya sangat baik, dan sangat sayang sama cucunya.
Keesokan harinya ku berjalan mengitari desa yang nampak alami ini. Berjalan dan berjalan nampaknya ada yang aneh dari kampungku ini. Kalau dulu, ketika seorang anak ditanya, pasti jawabnya sopan, tapi sekarang semuanya berbeda, sopan santun seakan tak bernilai lagi.
Empat tahun lalu, kusambangi desa ini, bahkan ku sempat kagum melihat budaya dari desa ini. Ketika waktu shalat tiba, mushallah kecil di ujung dusun nampak ramai, bahkan sekali-kali penuh. Namun, keadaannya saat ini sangat berbeda, bagunan ibadah itu malah lengah, dan hanya diurus oleh seorang imam mushallah yang umurnyapun cukup tua..
Sungguh moderenisasi, justru berdampak negatif di desaku walau sedikit postif juga..
Jam 12.30, panas terik matahari menyambut kedatangan kami di kampung halaman. Setibaku di sana terlihat seorang wanita tua yang berdiri di bawah kolom rumah panggung, dan itulah nenekku. Nenek sudah siap menyambut cucunya, namun nampaknya ia agak heran denganku karena bodiku yang tak kecil lagi seperti dahulu ku datang menemuinya. Nenekku orangnya sangat baik, dan sangat sayang sama cucunya.
Keesokan harinya ku berjalan mengitari desa yang nampak alami ini. Berjalan dan berjalan nampaknya ada yang aneh dari kampungku ini. Kalau dulu, ketika seorang anak ditanya, pasti jawabnya sopan, tapi sekarang semuanya berbeda, sopan santun seakan tak bernilai lagi.
Empat tahun lalu, kusambangi desa ini, bahkan ku sempat kagum melihat budaya dari desa ini. Ketika waktu shalat tiba, mushallah kecil di ujung dusun nampak ramai, bahkan sekali-kali penuh. Namun, keadaannya saat ini sangat berbeda, bagunan ibadah itu malah lengah, dan hanya diurus oleh seorang imam mushallah yang umurnyapun cukup tua..
Sungguh moderenisasi, justru berdampak negatif di desaku walau sedikit postif juga..
No comments:
Post a Comment
Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)