Hati ini seakan tak tahan lagi untuk menahan berbagai gempuran.
Namun, saya tetap bertahan untuk menyesuaikan dengan kalian.
Entahlah, mungkin karena keegoisan pribadiku, sehingga kumemutuskan tuk berpisah.
Mungkin inilah cara terbaik untuk itu.
Dear, My Friends.
Saya tahu kalian adalah kawan terbaik, yang masih sanggup untuk menemaniku hingga hari ini.
Padahal sebagaimana yang kalian tahu, saya ini orangnya agak susah, ribet, banyak kritik, dan lain-lain. Tapi karena kesetian kalian, kalian masih bisa menerima pribadiku.
Ketika itu 06 Agustus 2012, Kalian menobatkan diriku sebagai yang layak untuk menerima penghargaan "Terbanyak Fans". Itu adalah sebuah tanda penghormatan yang mendalam dari diriku. Namun, sifatku yang saat itu agak Egois mungkin membuat suasana terasa lain. Sebuah penghargaan yang sangat tinggi, ketika kalian rela datang untuk melihat tempat latihanku, dan bermaksud untuk mengajakku gabung bersama. Mengunjungi Panti Asuhan, Buka Bersama, Hingga Tarwih bersama. Itu membuatku merasa iba ingin meneteskan air mata. "betapa bodohnya aku, yang rela meninggalkan persahabatan, demi latihan di tempat itu" itulah kata yang terucap di hatiku.
Saya merasa berdosa dengan kalian, Saya merasa terlalu Egois menyikapi kalian.
Sehingga ketika waktunya tiba kini kuputukan tuk mengundurkan diri dari hadapan kalian.
Semoga silaturahmi kita tidak akan putus hingga akhir hayat menjemput.
MAMUJU, 06 Oktober 2012
Farid,
Namun, saya tetap bertahan untuk menyesuaikan dengan kalian.
Entahlah, mungkin karena keegoisan pribadiku, sehingga kumemutuskan tuk berpisah.
Mungkin inilah cara terbaik untuk itu.
Dear, My Friends.
Saya tahu kalian adalah kawan terbaik, yang masih sanggup untuk menemaniku hingga hari ini.
Padahal sebagaimana yang kalian tahu, saya ini orangnya agak susah, ribet, banyak kritik, dan lain-lain. Tapi karena kesetian kalian, kalian masih bisa menerima pribadiku.
Ketika itu 06 Agustus 2012, Kalian menobatkan diriku sebagai yang layak untuk menerima penghargaan "Terbanyak Fans". Itu adalah sebuah tanda penghormatan yang mendalam dari diriku. Namun, sifatku yang saat itu agak Egois mungkin membuat suasana terasa lain. Sebuah penghargaan yang sangat tinggi, ketika kalian rela datang untuk melihat tempat latihanku, dan bermaksud untuk mengajakku gabung bersama. Mengunjungi Panti Asuhan, Buka Bersama, Hingga Tarwih bersama. Itu membuatku merasa iba ingin meneteskan air mata. "betapa bodohnya aku, yang rela meninggalkan persahabatan, demi latihan di tempat itu" itulah kata yang terucap di hatiku.
Saya merasa berdosa dengan kalian, Saya merasa terlalu Egois menyikapi kalian.
Sehingga ketika waktunya tiba kini kuputukan tuk mengundurkan diri dari hadapan kalian.
Semoga silaturahmi kita tidak akan putus hingga akhir hayat menjemput.
MAMUJU, 06 Oktober 2012
Farid,
No comments:
Post a Comment
Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)