Kemana Sungai Kecilku?

Sebuah bongkahan batu cadas
berguguran dari perbukitan yang tandus
debu beterbangan dan rerumputan
tak kuasa oleh hurjaman sang mentari
padahal kemaril tak begitu dan semestinya tak begitu

Seorang anak kecil duduk termenung
dengan pundi-pundi air yang kosong di pinggang
tak henti ia menatapi perbukitan itu
ia biarkan air matanya mengalir
ia tangisi miliknya yang di rampas


Pundi-pundi itu tetap kosong
sang anak kecil bertanya
kau apakan pohonku?
kau apakan hutanku?
kau kemanakan sungai kecilku?



Sementara deru mesin masih meraung
menghempaskan semua masa depan
sang anak kecil
kicauan burung tergantikan jadi roda-roda
angkuh sang pengangkut kayu




Mengapa orang-orang itu begitu kejam?
mengapa yang berkuasa bebas melakukan perngrusakan?
mengapa mimpi dan harapannya musnah di depan mata?
sungguh ia belum paham semuanya


Anak itu masih menangis
kepak sayap dan kicauan burung tak ada lagi
tak ada lagi tetes air di atas daun di pagi yang indah
baju tak lagi basah bermain
di sungai bening dan jernih
yang membuat hati selalu teduh.





Karya : Pencinta Alam SMK Negeri 1 Rangas Mamuju Sulawesi Barat

No comments:

Post a Comment

Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)