L. A. R. A #1


Luas dan amat luas hutan itu. Perjalanan yang sangat mengerikan sesungguhnya. Tak tahu kapan hewan buas muncul dan akan menerkam. Pilihannya saat ini hanyalah tetap berdiam diri, atau jalan dan berjalan terus menerus. Menghadapi segala halang rintang yang telah tersedia. Sayangnya, tak ada yang tau halang rintang apalagi yang ada di depan sana

Sangat menakutkan sebenarnya. Terlebih ketika hanya bermodal cahaya. Ketika cahaya itu perlahan redup, maka saat itulah waktu yang sangat menentukan segalanya, terus berjalan menelusuri ruang mengerikan atau pasrah dan berhenti tuk melanjutkan perjalanan.

Tak bisa menyalahkan siapapun sebenarnya, karena itu adalah keinginan pribadi. Walaupun sebenarnya kabut tebal tengah menghadang, ditambah lagi denga suhu butir-butir air es yang perlahan menusuk tulang belulang. Inilah yang sebelumnya dikatakan jika sayangnya kita tak tahu ada apa di depan sana. Bahkan tuk berandai pun tak sanggup lebih jauh, takut akan semua berbeda dengan perandaian.

 Saat ini hanya bisa berharap untuk dapat terus bertahan dalam kondisi seperti ini.
Seketika nampak sebuah titik terang dari perjalanan yang cukup lama tersebut. Hingga tibalah di suatu tempat kumuh yang nampaknya ada tanda kehidupan di situ. Mencoba tuk memeriksa perlahan demi perlahan, mencoba tuk memanggil dengan harapan ada orang di sana. 

Awalnya bergembira, karena tanda kehidupan itu ada, tetapi ternyata tak ada siapapun di sana. Mungkin saja dulunya mereka pernah ada namun perlahan tergusur dengan situasi atau bisa jadi mereka bernasib sama sepertiku yang juga turut mencari titik terang. Hm.. Beristirahat sejenak, menenangkan pikiran. Sambil bertanya, haruskah berbalik arah?



Menatap jauh ke depan, sejenak melupakan jejak kisah lama. Mengingatnya kembali pun tak berbuah apa-apa, yang ada hanyalah rasa penyesalan di dalam dada. Karena saat itu meninggal desa kecil hanya dilakukan oleh para petarung saja, hanya yang benar-benar nekad tuk berharap lebih yang dapat menembus hutan belantara. Belum lagi tak ada satupun orang yang pernah mampu untuk menembus lebih jauh dari desa yang dulu kuhuni. Hm. Sekali lagi Kini semua berlalu begitu saja dan berharap ini hanya sebuah mimpi, yang ketika terbangun semuanya tidak seperti ini, tak semenyaramkan yang ada saat ini. 

No comments:

Post a Comment

Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)