Yth. Bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia
di,-
Tempat
Salam hormat,
Semoga bapak selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa.
Melihat format kurikulum 2013 yang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan, sebelumnya kami memohon maaf kepada Bapak Menteri Pendidikan Yang Terhormat, kami sebagai pelajar sangat tidak setuju jika pelajaran KKPI/ TIK dihapuskan di sekolah kami.
Alasannya, yaitu :
1. KKPI/ TIK masih sangat dibutuhkan oleh kami siswa-siswi di Sulawesi Barat, dan Mamuju khususnya.
2. Masih banyak rekan-rekan kami yang masih GAPTEK
3. KKPI/ TIK sangat menunjang untuk pembelajaran di SMK. Misalnya ketika kami akan terjun ke dunia Industri, tentu saja kami harus bisa menguasai administrasi, walapun jurusan kami bukan jurusan administrasi perkantoran.
Namun, kali ini saya fokus pada alasan ke-2.
Masih banyak rekan-rekan kami yang GAPTEK.
Mengutip dari petisi guru KKPI/ TIK se- Indonesia, tentang komentar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (WAMEN) bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) diantaranya :
- “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
Kami sebagai pelajar SANGAT TIDAK SETUJU dengan hal demikian, karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak setiap daerah sama kualitasnya. Mungkin saja SD di daerah WAMENDIKBUD sudah canggih. Namun, tidak untuk daerah kami. Contoh kecil : di daerah kami masih banyak kawasan yang tidak terjangkau oleh listrik, sehingga tentu saja mereka tak punya kesempatan untuk bersentuhan dengan dunia IT.
Bayangkan saja jika pelajaran itu dihapuskan? Bagaimana nasib rekan-rekan saya yang tak pernah menyentuh dunia IT itu? Sedangkan satu-satunya cara mereka untuk bersentuhan dengan dunia IT, yaitu dengan datang ke sekolah. Apa mereka dibiarkan GAPTEK? Apa mereka dibiarkan begitu saja?
Mohon maaf Bapak Menteri, tolong pikirkan sahabat-sahabat kami yang berada di daerah terpencil ! Banyak sahabat-sahabat kami yang terpaksa harus "GAPTEK Permanent" .
Saya pribadi punya pengalaman tentang hal demikian. Ketika kelas 1 SMK, pada saat pelajaran KKPI sedang berlangsung, dan guru memerintahkan untuk menyalakan PC (Personal Computer) ada beberapa rekan kami yang hanya duduk saja termenung. Saat praktek berlangsung, beberapa rekan kami itu tetap saja pada posisi awalnya, duduk, dan diam.
Akhirnya guru kami-pun bertanya pada rekan kami tersebut, dan jawabannya "maaf pak, kami tidak pernah belajar komputer" . Ternyata rekan kami itu tak tahu cara untuk menyalakan PC, karena mereka tak pernah diajari saat SMP.
Saat itulah kami yang sedikit mengetahui tentang dunia IT membentuk kelompok Tutor Sebaya, yang memang salah satu tujuannya untuk membimbing rekan-rekan kami yang gagap akan teknologi. bayangkan, bagaimana jika KKPI itu dihapuskan?
Itu adalah kejadian saat awal pertemuan, belum lagi saat-saat setelahnya. Mereka yang awalnya gaptek, kini mahir untuk menjalakan PC. Sekarang yang menjadi kendala ialah, tak sedikit juga sahabat-sahabat kami tak tahu menjalakan Program-program aplikasi sehari-hari. Ms. Word misalnya, walaupun mereka rajin Internet, seperti yang dikatan WAMENDIKBUD tadi, itu tidak menjamin bahwa mereka bisa menjalankan aplikasi MS.Word. Buktinya, masih banyak siswa-siswa yang tidak tuntas ketika praktek dengan topik ini. Bukan kah pembelajaran abad-21 mesyaratkan kita untuk menguasai IT ? Namun bagaimana kita mau menguasai IT, jika hal dasar saja kita tidak mampu menguasainya? dan hal dasar itu kita dapatkan ketika pembelajaran KKPI berlangsung. Kembali lagi, bagaimana jika TIK/ KKPI dihapuskan?
Mohon kiranya agar Bapak/Ibu yang berada dalam bidang ini, mempertimbangkan nasib sahabat-sahabat kami.
Salam,
Farid Nur Bahti
9962589985
SMK Negeri 1 Rangas Mamuju
Kabupaten Mamuju
Provinsi Sulawesi Barat. 91512
CP: 085398062892.
No comments:
Post a Comment
Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)