KETIKA KAMU?

Pagi itu semua siswa sedang sibuk membersikan kelasnya masing-masing, tiba-tiba Yaya datang menyapaku
"Wahyu, nih ada sesuatu buat kamu, ", Yaya memberikanku barang-barang yang katanya barang itu adalah pemberian dari seorang Temanku, yaitu Ifah . Sontak semuanya aku terima. Setibaku di rumah, tanpa mengganti baju aku langsung membuka semua barang itu. Ternyata isinya adalah sebuah pena lucu, dan sebuah surat. Suratnyapun bukanlah surat biasa, tetapi menurutku surat ini berisi curahan hati yang mendalam yang juga berisi sebuah amanat bagiku
 "Wahyu, Tolong simpan pena ini, karena ini adalah kenang-kenangan dariku buatmu. Kamulah my First Love, kamulah cinta pertamaku, "
Sebuah surat dengan kata-kata yang romantis bercampur haru.


Ya, Ifah. Dialah temanku dengan sejuta kenangan. Ifah adalah teman SMPku, dialah sang juara kelas. Namun, tingkahnya yang sedikit angkuh membuat tidak sedikit dari temanku yang tak suka dengan sifatnya. Tapi, wajarlah dia begitu, karena dirinya adalah orang yang pintar. Tak sama dengan diriku, yang otaknya serba pas-pasan.

Sahabat-sahabat Ifah juga sering cerita padaku kalau Ifah itu suka denganku. Tetapi akunya saja yang tak pernah meresponnya. Maklumlah pada saat itu aku sendiri tak percaya dengan itu. Karena itu, aku mencoba tuk menjauh darinya.

 Ternyata tindakanku yang sedikit cuek dengannya, membuat diriku banyak belajar darinya. Dia justru semakin mencoba tuk mendekat denganku.
"Wahyu, Apa salahku? Tolong jangan cuek denganku?" itulah kata yang sangat berkesan bagiku.

Sepulangku di rumah. Aku kembali merenungkan semua itu. Sampai keesokan harinya perasaan bersalah terus saja terbayangkan di dalam hati. " Mengapa aku harus melakukan semua itu?"

Aku teringat ketika seorang sahabat memberikanku sebuah surat "hey, coba kamu baca ini". Hmm.. Ternyata sebuah surat yang nampaknya agak rahasia yang bunyinya "Aku menyukaimu dari kelas 1 hingga sekarang, ... 15 Aprill..2008". Siapa yang tak curiga dengan itu, apalagi suratnya penuh dengan kisah pribadiku. Akhirnya terbongkar sudah semua rahasia itu.

 Sampai ketika kami akan tamat sekolah,
"Wahyu, ada yang ingin aku katakan padamu, tapi aku harap kamu jangan marah.." kata Ifah dengan nada yang lembut.  Karena penasaran akupun mengiyakannnya.

"Wahyu, Kamu tau gak. Sejak dulu aku suka sama kamu, tapi aku takut mengucapkan itu padamu. Aku tak mau kita berpisah hanya karena itu."
Senang bercampur haru, itulah yang kurasakan. Akhirnya semua misteri telah terungkap di perpisahanku dengannya. 

No comments:

Post a Comment

Sahabat, berkomentarlah dengan santun.. Melalui komentar, semua orang dapat menilai sikapmu.. :)